Pertama Kalinya Astronot Indonesia Ke Luar Angkasa Bareng Axe Apollo

Pertama Kalinya Astronot Indonesia Ke Luar Angkasa Bareng Axe Apollo
Berita Dunia Terbaru, Jakarta : AXE Apollo Space Academy (AASA) Indonesia akhirnya mendapatkan tiga orang calon astronot yang akan berpetualang ke luar angkasa pada 2014 mendatang. Tiga orang astronot yang terpilih merupakan hasil seleksi ketat dari masa karantina yang dijalani selama tiga hari dan diikuti 40 peserta dari 82 ribu orang pendaftar.

Ketiga calon astronot itu adalah Muhammad Sidharta Krisna, Rizman Adhi Nugraha, dan Abraham Gamaliel Figrana. Mereka akan berangkat ke Orlando, Florida, Amerika Serikat pada Desember nanti untuk menjalani pemusatan latihan serta menjalani seleksi tahap berikut. Nantinya, hanya akan ada satu orang astronot asal Indonesia yang benar-benar menjelajah luar angkasa.

"Ini merupakan kesempatan besar sekaligus membanggakan buat saya. Karena nggak ada sebelumnya orang Indonesia yang bisa pergi ke luar angkasa," ujar Rizman, peserta asal Bangka Belitung, saat ditemui di AXE Apollo Space Academy (AASA) Indonesia Headquarter, Jakarta, Sabtu (28/9/2013).

Diakui Rizman, ia tak menyangka langkahnya untuk bisa mengarungi angkasa luar bersama AXE Apollo bisa menembus babak final. Padahal, semula pria berusia 24 tahun itu mengaku hanya sebatas iseng-iseng mendaftarkan diri ke AASA Indonesia.

"Memang awalnya saya tertarik lihat informasi kalau AXE mengajak untuk pergi ke luar angkasa. Pas ada kesempatan, saya coba untuk mendaftar, nggak tahunya terpilih masuk 40 besar sampai akhirnya jadi tiga orang calon astronot Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat. Bangga sekali," tambah Rizman yang berprofesi sebagai karyawan kantoran itu.

Hal berbeda dirasakan Abraham Gamaliel Figrana, peserta AASA Indonesia asal Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, bisa terpilih untuk mengikuti tahapan AASA Global Space Camp di Orlando, Florida, Amerika Serikat, sebuah pencapaian tertinggi cita-citanya.

"Ini perjuangan tertinggi saya bisa pergi kesana (Amerika Serikat). Mudah-mudahan saya bisa menjawab kepercayaan sebagai satu dari 22 astronot yang berasal dari seluruh dunia yang berangkat ke luar angkasa," harap dia.

Nantinya, satu dari tiga calon astronot yang terpilih untuk pergi ke luar angkasa dari program AASA Indonesia akan mendapat kesempatan menumpang pesawat XCOR Lynx Mark II. Pesawat berkapasitas dua orang ini baru akan diuji coba pada akhir 2013. Selanjutnya di 2014 akan diterbangkan sejauh 103 km dengan durasi perjalanan total 60 menit.
Read More »

Guna Dukung Tim Nas Senior, Evan Dimas Minta Doa Kepada Masyarakat Indonesia

Guna Dukung Tim Nas Senior, Evan Dimas Minta Doa Kepada Masyarakat Indonesia
Berita Dunia Terbaru, Jakarta : Timnas Indonesia senior akan menghadapi China dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2013) malam. Tim asuhan Jacksen F Tiago ini butuh kemenangan untuk tetap menjaga peluang lolos dari Grup C. Saat ini, Indonesia menjadi juru kunci menyusul dua kekalahan dari Irak dan Arab Saudi.

Sayangnya, laga Indonesia kontra China tanpa penonton. AFC hanya memperbolehkan pertandingan ini disaksikan relasi-relasi PSSI, yakni 500 orang yang merupakan tamu VVIP dan juga media, jumlah itu termasuk dengan para perangkat pertandingan. Alhasil, Boaz Solossa dan kawan-kawan tidak mendapat dukungan langsung dari suporter Indonesia.

Meski demikian, hal itu tidak menghalangi Evan Dimas Darmono untuk memberi dukungan kepada para seniornya. "Slamat Pagi, Minta Do'anya buat Pertandingan TimNas Indonesia berlaga di "AFC"Indonesia VS China"Selasa15 Oktober 2013 Semoga Garuda Muda Bisa Menang.!" kicau kapten Timnas Indonesia U-19 itu dalam akun Twitternya, Senin (14/10/2013).

Dukungan juga disampaikan Ravi Murdianto. "Suport Timnas Senior," ucap kiper Timnas Indonesia U-19 lewat Twitter. Kicauan Evan Dimas dan Ravi langsung disambut Maldini Pali. "Semoga Menang," tutur pemain sayap kanan Timnas Indonesia U-19 itu.
Read More »

Walaupun Keterbatasan Fisik, Nirina Zubir Yakin Bisa Jadi Detektif

Walaupun Keterbatasan Fisik, Nirina Zubir Yakin Bisa Jadi Detektif
Berita Dunia Terbaru, Jakarta : Nirina Zubir merasa sangat tertantang dengan peran baru yang ia dapatkan di film Comic 8. Pasalnya oleh sang sutradara, Nirina diberikan peran serius yakni menjadi detektif yang berusaha membongkar sindikat pencurian. Bagi Nirina karakter ini layaknya mimpi yang jadi kenyataan.

"Di sini peran ku serius. Kapan lagi dapat karakter jadi detektif. Keren kan! Ini seperti menjawab mimpi saya yang akhirnya menjadi kenyataan," ungkap Nirina di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Comic 8 bercerita tentang sindikasi pencurian yang sering beraksi dan meresahkan masyarakat. Meski bergenre film action, namun film ini sarat adegan komedi. Pasalnya, seluruh pemain utamanya ialah para pelaku stand-up comedy yang disebut Comic, seperti Mongol dan Panji Pragiwaksono.

Nah, sudah sejak lama Nirina berharap ada sutradara yang menawarinya peran detektif. Tapi ia sadar diri, dengan tubuhnya yang mungil tak ada sutradara yang meliriknya.

"Dengan keterbatasan fisik terkadang menjadi pnghalang tapi sepertinya sekarang nggak. Waktu baca skenarionya, aku langsung suka. Ceritanya bagus tapi simpel. Dan peran aku bukan yang bikin penonton tertawa," ceplos Nirina.
Read More »

Ternyata Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafrie Pernah Nyaris akan Diganti

Ternyata Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafrie Pernah Nyaris akan Diganti
Berita Dunia Terbaru, Jakarta : Pelatih timnas U-19, Indra Sjafrie pernah nyaris akan diganti oleh Badan Tim Nasional (BTN). Ini tepatnya terjadi April lalu saat kemelut pelatih timnas senior, Luis Manuel Blanco yang dicopot dari posisinya oleh BTN.

Saat itu, Ketua BTN La Nyalla Matalitti menggantikan Blanco dengan Jacksen F Tiago. BTN merencana menggeser Blanco untuk menduduki jabatan pelatih timnas U-19 karena memiliki latar belakang latih China U-20. Sedangkan Indra akan diplot sebagai asisten Blanco.

“Blanco kami tunjuk sebagai pelatih timnas U-19, dan Indra Sjafri sebagai asistennya. Kalau Blanco sudah siap melatih U-19, saya akan tunggu dia untuk memaparkan programnya,” ujar La Nyalla 18 April silam di kantor PSSI.

Tawaran tersebut ternyata ditolak Blanco. Alhasil, Indra Sjafrie, pria asal Minang ini pun terus lanjut melatih timnas U-19 untuk persiapan Piala AFF U-19 di Deltras Sidoarjo. Dan, seperti diketahui, Indra berhasil membawa Indonesia jadi juara Piala AFF U-19 setelah menang adu penalti 7-6 dari Vietnam di final.

Dan, Indra pun kemarin malam membawa Indonesia lolos ke Piala Asia U-19 usai mengalahkan Korsel 3-2. Perhelatan ini akan digelar di Myanmar pada Oktober mendatang.

Pada sesi konfrensi pers Sabtu (12/10/13), Indra membicarakan soal kontraknya. "Untuk saat ini, saya belum tahu bagaimana program BTN. Mungkin sebulan ke depan sudah jelas. Tapi saya yakin saya akan tetap dipakai," kata pelatih berkumis ini, tersenyum.
Read More »

Walaupun Tangguh, Ternyata Indonesia Pernah Menang atas Korsel


Walaupun Tangguh, Ternyata Indonesia Pernah Menang atas Korsel

Berita Dunia Terbaru, Jakarta : Korea Selatan memang menjadi raksasa di sepak bola Asia. Sejak 1986, Korsel tidak pernah absen dari putaran final Piala Dunia. Banyak bintang mereka yang kini juga bertebaran di klub-klub Eropa, sebut saja salah satunya Park Ji Sung yang pernah membela Manchester United.

Jika prestasi itu ada di level senior. Bagaimana kelompok umur di bawahnya? Timnas U-23 mereka sukses merebut perunggu di Olimpiade 2012. Timnas U-19 adalah juara bertahan di gelaran Piala AFC U-19 sekaligus peraih gelar terbanyak sebanyak 12 kali.

Jadi, memang sudah terbayang betapa beratnya perjuangan yang harus dihadapi Garuda Jaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta saat akan menghadapi Korsel.

Pertanyaan sekarang, apakah tim nasional Indonesia pernah mengalahkan Korea Selatan? Jawabannya pernah. Kapan dan dimana, berikut ringkasannya, seperti yang dikutip dari berbagai sumber pada Sabtu (12/10/2013).

1. 30 Oktober 1969: Indonesia vs Korea Selatan 3-0

Hasil ini dicatatkan timnas Indonesia dalam Merdeka Games 1969 di Kuala Lumpur Malaysia. Pada pertandingan itu, timnas menang telak 3-0 melalui gol-gol Soetjipto Soentoro, Abdul Kadir, dan Jacob Sihasale.

2. 18 Juni 1975: Indonesia vs Korea Selatan 3-2

Kali Indonesia berhasil menang atas Korsel dalam turnamen peringatan ulang tahun Jakarta, Anniversary Cup. Timnas yang diasuh pelatih anyar Wiel Coerver kebobolan dua kali dari Korsel akibat tembakan Park Byung-chul dan Cho Dong-yun. Pertandingan ini diakui sebagai pertandingan berkategori internasional A.

3. 16 Agustus 1968 Indonesia vs Korea Selatan 4-2 (Piala Merdeka Malaysia)

Tak banyak informasi yang bisa diulik terkait kemenangan ini. Tapi kemenangan bersejarah ini membuat Indonesia lolos ke final Piala Merdeka Malaysia.

4. 20 Juni 1972 : Indonesia vs Korea Selatan 5-2 (Piala Anniversary Jakarta)
Salah satu hasil pertandingan yang cukup fenomenal yang berhasil ditorehkan Indonesia melawan negari "Ginseng" Korea Selatan. Tak banyak informasi yang bisa didapat terkait siapa pencetak gol.

Jika melihat dari rekor pertandingan kedua tim, kemenangan terakhir Indonesia sebenarnya pada 38 tahun yang lalu. Pertanyaan sekarang, mungkinkah Garuda Jaya dapat menorehkan sejarah baru dan mengoretkan tinta emas di sepakbola Indonesia?

Jawabannya akan ditentukan dalam pertandingan Indonesia U-19 vs Korea Selatan di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan pada pukul 19.30 WIB.
Read More »

Lagi, 4 Pemuda Tewas Setelah Menenggak Miras Oplosan


Lagi, 4 Pemuda Tewas Setelah Menenggak Miras Oplosan

Berita Dunia Terbaru, Jakarta : Ditemukan 4 orang tewas dan 3 lainnya harus dirawat di Rumah Sakit usai menenggak minuman keras oplosan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat 11 Oktober 2013.

Keempat korban tewas yakni Sanaih (53), Sutrisno (36), Sukarno (43) dan Nasrul(28) ditemukan tak bernyawa di kediamannya masing-masing. Sedangkan korban yang masih dirawat yaitu Sidek (37), Sholeh (27) dan Herman (34), kondisinya saat ini masih kritis.

Kapolsek Metro Pasar Minggu Kompol Adri Desas Furyanto menuturkan, kejadian tersebut bermula ketika salah satu korban tewas yakni Sukarno (36) membeli 10 botol minuman keras di sebuah warung minuman di Jalan Ragunan, Gang Bima, Jakarta Selatan, Rabu 9 Oktober 2013 malam.

Usai membeli minuman tersebut, lanjut Adri, Sukarno mengajak temannya yakni Sanaih (53), Sutrisno (36), dan Nasrul (28) menenggak minuman tersebut di depan LP3I atau tepatnya di teras toko Jaya Listrik, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Para korban ini minum dengan mengoplos miras dengan minuman ringan bersoda," kata Adri ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (12/10/2013).

Beberapa jam kemudian, lanjut Adri, kelimanya langsung berpindah tempat ke Jalan Raya Tanjung Barat, tepatnya di depan bekas Apotik Sari Sakti untuk meneruskan pesta miras tersebut.

Belum tuntas kepuasan mereka menenggak miras, para korban kemudian melanjutkan menenggak 6 botol miras lainnya di sebuah kafe tak jauh dari tempat itu. Selesai pesta miras itu, mereka memutuskan pulang pada Kamis 10 Oktober dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

"Di situ ada 5 orang teman lainnya yakni Sidek (37), Royana (57), Sholeh (27), Sutarko (37), Ari (25), dan Herman (34). Mereka terus berpesta miras sampai dini hari," tutur Adri.

Adri menjelaskan, sebelum tewas kelima korban yakni Sanaih, Sutrisno, Sukarno, dan Nasrul mengalami muntah-muntah berwarna kuning dan badan terasa panas serta kunang-kunang. "3 Orang lainnya yang selamat juga mengalami keluhan yang sama. Ada yang dirawat di rumah sakit, ada yang dirawat di rumahnya."

Hingga kini, kata Adri, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi dan menemukan barang bukti berupa 2 botol minuman bersoda dan 4 bungkusan pil tablet tramadol HCL. "Sementara di lokasi lainnya kita temukan 1 botol miras, 1 botol minuman berenergi dan 1 bungkus lotion anti nyamuk," tutur Adri.

Guna mengungkap kasus ini, imbuh Adri, hingga kini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi dan mencari beberapa teman korban guna dimintai keterangannya di Polsek Pasar Minggu. Untuk tersangka dalam kasus ini belum diketahui. "Saat ini masih diperiksa yakni Royana (57), sedangkan satu orang lainnya, Ari (25) masih kita cari. Untuk tersangka masih dilidik (diselidiki)," tutup Adri.
Read More »

Indonesia Adalah Lawan Yang Berat, Ungkap Pelatih Korsel U-19

Indonesia Adalah Lawan Yang Berat, Ungkap Pelatih Korsel U-19
Berita Dunia Terbaru, Jakarta : Korea Selatan yang menargetkan lolos otomatis ke putaran final Piala AFC U-19 2014 di Myanmar dalam kondisi terbaik. Pola permainan anak asuh Kim Sang Ho ini terus meningkat jika dilihat dari jumlah gol yang diciptakan.

Ksatria Taeguk mampu mengalahkan Filipina, 4-0. Selanjutnya mampu mengandaskan Laos dengan skor telak 5-1. Dari skill individu pemain juga tidak bisa diragukan. Dua pemainnya yaitu Hwang Hee Chan dan Lee Jeongbin bahkan mampu mencetak hattrick.

"Besok adalah laga penting bagi kami. Pertandingan nanti juga sangat ditunggu, apalagi pertandingan nanti akan menentukan langkah kami ke tahap berikutnya. Kita harus maksimal," kata pelatih Korea Selatan, Kim Sang Ho.

Meski secara tim sudah siap, Kim Sang Ho mengaku pertandingan melawan Indonesia akan berat. Selain mempunyai kemampuan yang bagus, Timnas Indonesia juga mendapatkan dukungan penuh dari suporternya.

Putaran final Piala AFC U-19 2014 di Myanmar akan diikuti 16 tim. Sembilan tim yang lolos otomatis adalah juara masing-masing grup. Enam tim lainnya akan diambil dari runner up terbaik. Sedangkan satu slot lainnya diberikan kepada Myanmar selaku tuan rumah.(Ant)
Read More »